Jumat, 22 Juni 2012

BAHASA DAN SASTRA CIRI BANGSA


BAHASA DAN  SASTRA  CIRI  BANGSA

OLeh : Zalfika ammya

Bahasa menjadi ciri utama kemajemukan masyarakat Indonesia. Ratusan bahasa daerah tersebar diberbagai pulau dan komunitas masyarakat karena latar belakang suku ,etnis dan adat istiadat. Perkembangan bahasa ditentukan oleh jumlah penutur dan tradisi tulis yang kuat. Dari penuturan dan penulisan kosa kata bahasa menjadi berkembang dan membentuk budaya komunikasi diantara bagian-bagian masyarakat. Bahasa Indonesia dirumuskan dan disepakati sebagai bahasa yang tidak berdiri sendiri melainkan penggabungan dari berbagai bahasa daerah (linguapranca) selanjutnya dijadikan alat komunikasi berbangsa dalam sebuah negara kesatuan republik Indonesia.  
Sebagai kekayaan budaya, bahasa daerah harus tetap menjadi identitas lokal di dalam nuansa kebangsaan.   Keberagaman bahasa menunjukkan situasi, kondisi dan daya hidup yang berbeda. Dalam kaitan dengan perubahan dan perjalanan waktu kebahasaan. Bahasa-bahasa daerah dan dialek-dialek bahasa diharapkan tetap memiliki kekuatan hidup, baik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bahasa nasional maupun demi keberadaannya sendiri.
Dialek yang banyak dijumpai di Nusantara adalah dialek Melayu. Dialek ini tersebar hampir di seluruh wilayah Nusantara. Salah satu yang terkenal adalah bahasa Melayu dialek Bangka Belitung. Khusus di daerah Bangka, dalam banyak segi dialek Melayu yang  digunakan  memiliki kemiripan dengan bahasa Melayu yang digunakan di daerah Melayu lain. Gejala ini bisa dijelaskan dari beberapa sisi. Diantaranya karena secara geografis letak Bangka Selain itu, secara historis ikatan cultural antara  daerah melayu sangat erat.
Namun demikian kemiripan bahasa melayu Bangka dengan bahasa melayu lain merupakan kondisi nyata yang menarik untuk dilakukan penelitian kebahasaan secara lebih cermat dan mendalam. Mengingat banyak tutur dialek Bangka yang berbeda dengan tutur dialek lain atau ada yang sama namun makna yang berbeda.
Oleh karena itu memposisikan bahasa, pantun dan aneka sastra yang berkembang di masyarakat Bangka  menjadi amat penting keberadaannya sebagai bagian interaksi budaya dan bahasa yang berkembang di Bangka Belitung. Akhirnya menjadi harapan yang penting adanya usaha pelestarian dan pengembangan kesusastraan lokal Bangka dengan berbagai bentuk dan kesempatan.
Dengan diapresiasinya hasil karya kesustraan secara umum  baik berupa kamus dialek Bangka, pantun Bangka, mengisyaratkan adanya harapan untuk menjadikan budaya lokal Bangka dapat bertahan dan berkembang.  Sebab ditilik dari unsur pembentukannya, yaitu kata, baik pantun maupun karya sasra melayu lain menjadi faktor pelengkap atau memperkaya khazanah kesusastraan Nusantara.
Lebih dari itu salah satu bentuk karya seni, dialek, pantun dan Mantra karya sasra melayu memiliki fungsi estetika maupun fungsi pendidikan. Fungsi pendidikan pantun teraktualisasikan melalui aktivitas pemasyarakatan nilai-nilai positif melalui baris-baris pantun. Seperti etika bergaul, anjuran menuntut ilmu, dan pentingnya ketaatan kepada orang tua maupun pada Tuhan..
Bagaimana melestarikan dan mengembangakan tutur dialek Bangka, pantun dan Mantra sebagai khazanah budaya Bangka ditengah-tengah perkembangan bahasa di wilayah BANGKA BELITUNG dan di wilayah melayu lainnya ? tentu menjadi pekerjaan rumah  kita semua terutama pemerintah daerah untuk memfasilitasi berbagai usaha pelestarian dan pengembangannya.
Dapat di contohkan beberapa penggunaan kata yang di gunakan masyarakat Bangka untuk memelayukan Bangka. Berkaca dengan bahasa/kata yang digunakan oleh masyarakat melayu riau atau melayu luar Bangka.
“ AWAK ” Kata awak dalam penggunaannya pada melayu Malaysia atau melayu Riau dapat di artikan menjadi “Saya,Hamba, Aku,Daku, “ sedangkan pada daerah Sumatra daratan dapat mengandung arti engkau. Kata awak jika di lihat dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti badan/tubu,diri sendiri atausi usebutan bagi orang  minang kabau,saya,engkau/kamu,dan orang yang mengurusi kapal (ABK).
Penggunaan kata awak di Bangka dirasakan kurang tepat karena jarang sekali masyarakat Bangka menyatakan AKU atau Engkau dengan kata Awak.Jika pun ada Hanya segerintil daerah yang menggunakan Awak Sebagai AKU.dan kurang populer di Bangka Belitung.
Kata lain yang sering digunakan Masyarakat Bangka adalah” DATUK”. Kata Datuk yang digunakan dengan maksud memelayukan Bangka seperti melayu Brunaidarusalam dan melayu lain yang menggunakan DATUK sebagai sapaan kepada orang yang dihormati secara langsung (orang kedua tunggal) Misal dalam percakapan antara anak muda kepada orang tua yang dihormati atau disegani “ Selamat Pagi Datuk apa kabar” Datuk pada melayu semenanjung juga dapat digunakan sebagai gelar seseorang “ Misal Datuk Pemanggku adat “dan lain sebagainya.
Kata Datuk dalam penggunaannya di Bangka Merupakan Orang Ketiga Tunggal. DATUK dapat digunakan sebagai pengganti kata” BELIAU” Misal dalam Penggunaannya sehari hari di Bangka Jika  kita  berkunjung kerumah kerabat yang kebetulan orang yang tersebut tidak ada ditempat dan kita bertemu dengan anggota keluarga lain maka  kita akan bertanya kepada orang yang ada di rumah tersebut “ Kemana Datuknya (kemana Beliaunya). Datuk Juga digunakan masyarakat  Bangka sebagai sebutan Kepada Penunggu/penghuni (Magis). Misal, Jangen gati igak ikak maen dibaweh bateng besak tu ade datuk e (Jangan sering bermain dibawah pohon besar ada datuknya).
Bahasa juga merupakan unsur penting dari sastra. Dalam sastra melayu (lisan dan tulisan) bahasa yang digunakan adalah bahasa melayu sesuai dengan lingkup kemelayuannya.Mulai dari lingkup melayu terkecil kampung/Dusun hingga penggunaan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu bangsa Indonesia termasuk Rumpun Melayu di Indonesia.Sastra melayu ketika digunakan dengan sesama melayu serumpun yang memiliki persamaan bahasa.Dialeg dan bahasa Melayu daerah dapat di gunakan tetapi ketika bertemu dengan rumpun melayu lain bahasa persatuan Bahasa Indonesia menjadi bahasa melayu Indonesia yang dapat dimengerti semua suku di nusantara
Untuk menghindari kesalah pahaman dari kata/bahasa/dialeg melayu itu sendiri. Penggunaan bahasa melayu daerah keskala nasional dirasa kurang tepat. Demikin pula dengan penggunaan salah satu bahasa melayu karena setiap daerah melayu di yang ada memiliki perdedaan dialeg.
Bahasa Indonesia adalah satu-satunya bahasa yang dapat digunakan untuk komunikasi lisan dan tulisan ( sastra lisan dan tulisan )secara nasional dan juga dapat di mengerti oleh rumpun melayu Negara lain.
BAHASA MELAYU BERAGAM
Bahasa Melayu  adalah sejumlah bahasa yang saling bermiripan yang dituturkan di wilayah Nusantara dan beberapa tempat lain. Sebagai bahasa yang luas pemakaiannya, bahasa ini menjadi bahasa resmi di Brunei (sebagai bahasa Brunei), Indonesia (sebagai bahasa Indonesia), dan Malaysia (juga dikenal sebagai bahasa Malaysia); salah satu bahasa yang diakui di Singapura; dan menjadi bahasa kerja di Timor Leste (sebagai bahasa Indonesia). Bahasa Melayu pernah menjadi lingua franca bagi perdagangan dan hubungan politik di Nusantara. Migrasi kemudian juga memperluas pemakaiannya. Selain di negara yang disebut sebelumnya, bahasa Melayu dituturkan pula di Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand selatan, Filipina selatan, Myanmar selatan, sebagian kecil Kamboja, hingga Papua Nugini. Bahasa ini juga dituturkan oleh penduduk Pulau Christmas dan Kepulauan Cocos, yang menjadi bagian Australia.

Bahasa Melayu merupakan rumpun bahasa Austronesia dan aksara pertama dalam bahasa Melayu atau Jawi ditemukan di pesisir tenggara Pulau Sumatera, mengindikasikan bahwa bahasa ini menyebar ke berbagai tempat di Nusantara dari wilayah ini, berkat penggunaannya oleh Kerajaan Sriwijaya yang menguasai jalur perdagangan. Istilah Melayu atau sebutan bagi wilayahnya sebagai Malaya sendiri berasal dari Kerajaan Malayu yang bertempat di Batang Hari, Jambi, dimana diketahui bahasa Melayu yang digunakan di Jambi menggunakan dialek "o" sedangkan dikemudian hari bahasa dan dialek Melayu berkembang secara luas dan menjadi beragam.

Ragam bahasa dan dialeg melayu juga terasa di Bangka Belitungsetiap daerah memiliki gaya bahasa dialeg sendiri. Dalam pemanfaatannya sehari hari dialeg sungailiat dirasakan dapat diterima di berbgai daerah bangka belitung .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar